Langsung ke konten utama

ARTIKEL 5: AIR BERSIH DI INDONESIA: PENGGUNAAN DAN PENGARUHNYA

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting untuk keberlangsungan hidup. Di Indonesia, masalah air bersih masih menjadi perhatian yang besar. Meskipun Indonesia memiliki banyak sumber air, tetapi kualitas air yang dimiliki masih rendah. Pengaruh dari kualitas air yang rendah adalah meningkatnya risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh air yang tercemar. Pada tahun 2018, Kementerian Kesehatan mencatat bahwa 60% dari seluruh kasus penyakit di Indonesia disebabkan oleh air yang tercemar. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan harus segera diatasi. Penggunaan air bersih di Indonesia juga masih belum optimal. Banyak masyarakat, terutama di daerah pedesaan, yang masih sulit untuk mendapatkan akses pada air bersih. Pada tahun 2018, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa hanya 71,5% dari seluruh rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses pada air bersih.

Namun, penggunaan air bersih di Indonesia tidak hanya terkait dengan kebutuhan dasar manusia. Industri dan pertanian juga membutuhkan air bersih sebagai salah satu bahan baku dalam proses produksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas air agar bisa memenuhi kebutuhan manusia dan industri. Di lansir dari berbagai sumber, di antaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik, dan berbagai media online yang membahas masalah air bersih di Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas air bersih di Indonesia, diperlukan kerja sama dari semua pihak. Pemerintah harus memperhatikan masalah air bersih sebagai salah satu prioritas pembangunan. Selain itu, masyarakat juga harus sadar akan pentingnya menjaga kualitas air dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau danau. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan masalah air bersih di Indonesia dapat segera teratasi.

Sumber: google.com

Untuk meningkatkan akses pada air bersih, pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur yang mendukung distribusi air bersih ke seluruh wilayah Indonesia, terutama di pedesaan. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap industri dan masyarakat yang membuang limbah ke sungai atau danau. Tidak hanya itu, setiap individu juga dapat melakukan tindakan kecil untuk membantu menjaga kualitas air bersih. Misalnya, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan deterjen yang ramah lingkungan. Masalah air bersih di Indonesia bukanlah masalah yang bisa diatasi dalam waktu singkat. Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak yang terkait, diharapkan masalah ini dapat teratasi secara bertahap.

Sumber:

https://pslh.ugm.ac.id/teknologi-dan-krisis-air/#:~:text=Kondisi%20Air%20Bersih%20di%20Indonesia&text=Angka%20sanitasi%20aman%20Indonesia%20yaitu,Indonesia%20terjadi%20di%20berbagai%20wilayah.

https://pu.go.id/berita/hari-air-dunia--pentingnya-kualitas-air-untuk-indonesia-seh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL 7: DEPOSISI ASAM

Hai Sobat Chemist! Pada kali ini, aku akan membahas tentang beberapa analisis masalah yang telah dilakukan secara berkelompok mengenai deposisi asam antara lain: Cemaran gas dan polutan yang bersifat asam yang terdeposisi basah menyebabkan air hujan bersifat lebih asam yang dapat dikategorikan sebagai hujan asam. Dampak hujan asam terhadap ekosistem dan organisme di dalamnya khususnya pada ekosistem perairan. Dampak deposisi asam terhadap lingkungan. Pengaruh pH terhadap kelangsungan hidup biota air. Ke-empat masalah tersebut akan dibahas satu persatu melalui artikel ini Hujan Asam Hujan asam yaitu asam yang turun dalam bentuk hujan, hujan asam dapat terjadi apabila asam di udara larut ke dalam partikel air di awan. Hujan asam juga dapat   terjadi akibat hujan turun melalui udara yang bersifat asam sehingga asam larut dalam   air hujan dan jatuh ke tanah. Asam yang terkandung dalam hujan asam adalah asam sulfat (H2SO4 ) dan asam nitrat (HNO 3 ) , keduanya   asam kuat. Asa...

ARTIKEL 10: TINDAKAN PENCEGAHAN PENIPISAN LAPISAN OZON

  Penipisan lapisan ozon adalah masalah global yang kompleks dan memerlukan tindakan yang serius dari seluruh masyarakat dunia. Penipisan lapisan ozon secara kimiawi dan lingkungan dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk emisi bahan kimia berbahaya ke atmosfer dan perubahan lingkungan yang mempercepat proses penipisan.   tetapi ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu mencegahnya. Beberapa tindakan tersebut termasuk: -         Mengurangi Emisi Bahan Kimia Berbahaya Mengurangi emisi bahan kimia berbahaya seperti CFCs dan HCFCs sangat penting dalam mencegah penipisan lapisan ozon. Kita dapat mengurangi penggunaan AC, lemari es, busa, dan produk lainnya yang mengandung bahan kimia tersebut. Kita juga dapat mencari produk yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. -         Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ju...