Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

ARTIKEL 10: TINDAKAN PENCEGAHAN PENIPISAN LAPISAN OZON

  Penipisan lapisan ozon adalah masalah global yang kompleks dan memerlukan tindakan yang serius dari seluruh masyarakat dunia. Penipisan lapisan ozon secara kimiawi dan lingkungan dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk emisi bahan kimia berbahaya ke atmosfer dan perubahan lingkungan yang mempercepat proses penipisan.   tetapi ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu mencegahnya. Beberapa tindakan tersebut termasuk: -         Mengurangi Emisi Bahan Kimia Berbahaya Mengurangi emisi bahan kimia berbahaya seperti CFCs dan HCFCs sangat penting dalam mencegah penipisan lapisan ozon. Kita dapat mengurangi penggunaan AC, lemari es, busa, dan produk lainnya yang mengandung bahan kimia tersebut. Kita juga dapat mencari produk yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. -         Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ju...

ARTIKEL 9: PENIPISAN LAPISAN OZON SECARA PROSES KIMIA DAN LINGKUNGAN

  Lapisan ozon adalah lapisan gas tipis yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet (UV) berbahaya matahari. Namun, sejak tahun 1970-an, penipisan lapisan ozon telah menjadi masalah global yang serius. Penipisan lapisan ozon dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk emisi bahan kimia berbahaya ke atmosfer dan perubahan lingkungan yang mempercepat proses penipisan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang penipisan lapisan ozon secara kimiawi dan lingkungan, serta sumber informasi yang dapat dipercaya. Lapisan ozon adalah lapisan gas tipis di atmosfer yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Fungsi utama lapisan ozon adalah melindungi bumi dari sinar ultraviolet (UV) berbahaya matahari yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kanker kulit. Sejak tahun 1970-an, penipisan lapisan ozon telah menjadi masalah global yang serius, dan semakin memprihatinkan karena belum ada solusi yang tepat untuk mengatasinya. Penipisan lapisan ozon dapat terjadi ak...

ARTIKEL 8: DAMPAK DEPOSISI ASAM BAGI LINGKUNGAN

  Deposisi asam dapat mempengaruhi stabilitas lingkungan baik bagi kehidupan manusia maupun lingkungan alam. Dampak deposisi asam terhadap lingkungan kehidupan manusia, diantaranya yaitu pengasaman dan kerusakan pada ekosistem perairan, kerusakan hutan dan tanaman, kerusakan kerangka bangunan, dan gangguan pada kesehatan manusia (Gusnita, 2010). Dampak deposisi asam bagi lingkungan bisa dibedakan menjadi 3, yaitu: ●       Dampak langsung, yaitu dampak ketika suatu organisme ataupun material terpapar langsung oleh hujan asam, misalnya struktur bangunan, biota air, daun tanaman, dan lain sebagainya. ●       Dampak toksik tidak langsung, yaitu dampak yang terjadi ketika material larut kemudian meracuni organisme yang hidup di lingkungan tersebut, misalnya ion aluminium yang terlepas dari mineralnya kemudian terbawa ke perairan sehingga meracuni ikan ●       Dampak nutrisi tidak langsung, yaitu dampak keti...

ARTIKEL 7: DEPOSISI ASAM

Hai Sobat Chemist! Pada kali ini, aku akan membahas tentang beberapa analisis masalah yang telah dilakukan secara berkelompok mengenai deposisi asam antara lain: Cemaran gas dan polutan yang bersifat asam yang terdeposisi basah menyebabkan air hujan bersifat lebih asam yang dapat dikategorikan sebagai hujan asam. Dampak hujan asam terhadap ekosistem dan organisme di dalamnya khususnya pada ekosistem perairan. Dampak deposisi asam terhadap lingkungan. Pengaruh pH terhadap kelangsungan hidup biota air. Ke-empat masalah tersebut akan dibahas satu persatu melalui artikel ini Hujan Asam Hujan asam yaitu asam yang turun dalam bentuk hujan, hujan asam dapat terjadi apabila asam di udara larut ke dalam partikel air di awan. Hujan asam juga dapat   terjadi akibat hujan turun melalui udara yang bersifat asam sehingga asam larut dalam   air hujan dan jatuh ke tanah. Asam yang terkandung dalam hujan asam adalah asam sulfat (H2SO4 ) dan asam nitrat (HNO 3 ) , keduanya   asam kuat. Asa...

ARTIKEL 6: KONDISI AIR BERSIH DIINDONESIA MEMPRIHATINKAN?

Halooo sobat chemist ! Setelah mengetahui tentang pentingnya air bersih, perlu kita tilik keadaan air bersih dari berbagai daerah di Indonesia Jakarta Menurut data dari Badan Pusat Statistik, hanya 40% air di Jakarta yang memenuhi standar kualitas air bersih. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume limbah yang dibuang ke dalam sungai oleh penduduk Jakarta dan industri yang beroperasi di kota ini, air di Jakarta tercemar oleh limbah domestik dan industri. Jawa Tengah Air di Jawa Tengah tercemar oleh pestisida dan limbah pertanian. Pencemaran ini disebabkan oleh praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, kawasan industri di Jawa Tengah juga turut mencemari air di wilayah ini. Bali Air di Bali tercemar oleh limbah pariwisata dan limbah domestik. Tingginya volume turis yang datang ke Bali setiap tahun menyebabkan limbah pariwisata yang dihasilkan juga semakin tinggi. Selain itu, penduduk Bali juga masih banyak yang membuang limbah ke sungai yang mengakibatkan k...

ARTIKEL 5: AIR BERSIH DI INDONESIA: PENGGUNAAN DAN PENGARUHNYA

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting untuk keberlangsungan hidup. Di Indonesia, masalah air bersih masih menjadi perhatian yang besar. Meskipun Indonesia memiliki banyak sumber air, tetapi kualitas air yang dimiliki masih rendah. Pengaruh dari kualitas air yang rendah adalah meningkatnya risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh air yang tercemar. Pada tahun 2018, Kementerian Kesehatan mencatat bahwa 60% dari seluruh kasus penyakit di Indonesia disebabkan oleh air yang tercemar. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan harus segera diatasi. Penggunaan air bersih di Indonesia juga masih belum optimal. Banyak masyarakat, terutama di daerah pedesaan, yang masih sulit untuk mendapatkan akses pada air bersih. Pada tahun 2018, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa hanya 71,5% dari seluruh rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses pada air bersih. Namun, penggunaan air bersih di Indonesia tidak hanya terkait dengan kebutuhan dasar manusia. Industri...

ARTIKEL 4: TINDAKAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM MENGURANGI EFEK RUMAH KACA

  Sumber: google.com Efek rumah kaca merupakan masalah serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dampaknya yang merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup manusia harus diatasi dengan cara-cara yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan peran aktif dari semua pihak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga kelestarian lingkungan. Memang tidak mudah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi jika semua pihak berperan aktif dan mengambil tindakan yang tepat, dampak efek rumah kaca dapat diminimalisir dan lingkungan dapat dijaga dengan baik. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi efek rumah kaca, seperti mengadopsi kebijakan nasional dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan energi terbarukan. Pemerintah juga telah membentuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau dan meningkatkan kesadaran ...

ARTIKEL 3: EFEK RUMAH KACA DI INDONESIA

Sumber: google.com Apasih Efek Rumah Kaca itu? Efek rumah kaca adalah fenomena alam yang terjadi saat adanya peningkatan gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan ozon di atmosfer yang menangkap radiasi matahari dan memantulkannya kembali ke bumi. Dalam skala global, efek rumah kaca menjadi masalah lingkungan yang sangat serius, dan di Indonesia pun, efek rumah kaca telah menjadi masalah yang semakin serius karena dampak yang ditimbulkannya semakin terasa, seperti yang terjadi pada tahun 2015 dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang parah. Untuk itu, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai dampak efek rumah kaca di Indonesia serta cara pencegahannya. Dampak Efek Rumah Kaca di Indonesia Efek rumah kaca telah membawa dampak negatif bagi Indonesia, terutama terkait dengan perubahan iklim. Salah satu dampaknya adalah terjadinya kenaikan suhu rata-rata udara di Indonesia, yang menyebabkan cuaca menjadi lebih ekstrem. Contohnya adalah terjadinya banjir besar di Jakarta pada ...

ARTIKEL 2: CARA MENGURANGI PAPARAN PM 2.5

Sumber: google.com Kita sebagai salah satu pecinta lingkungan pastinya akan selalu berupaya untuk mengurangi pencegahan paparan PM 2.5. Apa saja yang harus dilakukan? Dalam situsnya, IQAir mengatakan bahwa Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi partikel PM 2.5 seperti, lebih jarang mengemudi, memperlambat pertumbuhan jamur, mengontrol kelembaban, jangan merokok didalam runagan, meningkatkan efisiensi listrik dan bahan bakar, membatasi pembakaran sampah, dan yang paling benar adalah selalu memantau kualitas udara di dalam dan di luar ruangan. Kategori Konsentrasi Partikualat PM 2.5 Kategori PM 2.5 adalah sebagai berikut: -         0 – 15 µm/m 3 = baik -         15.6 – 55.4 µm/m 3 = sedang -         55.5 – 150.4 µm/m 3 = tidak sehat -         150.5 – 250.4 µm/m 3 = sangat tidak sehat -       ...

ARTIKEL 1: PAPARAN PM 2.5 PENYEBAB TERBESAR MASALAH PERNAPASAN

 Sumber: google.com Apa yang kalian tahu tentang Partikulat (PM 2.5)? Ya, PM 2.5 adalah partikel debu yang berukuran 2.5 mikron yang jika kita bandingkan dengan sehelai rambut manusia, setara dengan 1/30 nya. PM 2,5 dianggap sebagai partikel udara paling mematikan bagi manusia karena sangat mudah memasuki sistem pernapasan. Dampak paparan ini membuat manusia mudah terserang penyakit pernapasan, asma, penyakit jantung, hingga memicu kematian. PM 2,5 dinilai lebih berbahaya dari partikel 10 karena tidak disaring dalam sistem pernapasan bagian atas dan langsung menempel pada gelembung paru, sehingga dapat menurunkan kemampuan paru-paru dalam pertukaran gas. Konsentrasi polutan PM2,5 di udara ambien diperoleh dari data pemantauan AirVisual di Mangga Besar yang berlangsung selama 24 jam selama 7 hari. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan dalam Risk Quotient (RQ) berdasarkan intake risk agent dan dosis referensinya (RfC). Pemantauan konsentrasi PM2,5 sebesar 35,1 µg/Nm3 pada kondisi min...